Rabu, 04 Maret 2015

Apa itu Sosiologi, Psikologi, dan Antropologi?

Menurut kalian apa itu Sosiologi, Psikologi, dan Antropologi?
Nah di minggu kemarin, sewaktu pertemuan pertama mata kuliah Ilmu Sosial untuk Psikologi: Filsafat Manusia, Sosiologi dan Antropologi, dimana dosen kami Pak Carolus memberi kami tugas untuk mewawancarai siapa saja yang berada di kampus Binus Anggrek untuk mengetahui seberapa jauh mereka mengetahui apa itu Sosiologi, Psikologi, dan Antropologi.

Menurut Biyanka, mahasiswa jurusan hotel management yang telah saya dan kelompok saya wawancarai. Sosiologi adalah ilmu social, , Psikologi adalah ilmu yang mempelajari sifat manusia, dan untuk Antropologi, Biyanka mengatakan tidak pernah mendengarnya.

Menurut Liemdra, mahasiswa jurusan psikologi. Sosiologi adalah ilmu social yang melihat fenomena social, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan proses mental, dan untuk Antropologi, Liemdra mengatakan tidak tahu.

Menurut Ahmad Sahyu, seorang penjaga buku di bazar buku yang diadakan di Binus kampus anggrek. Sosiologi adalah ilmu tentang masyarakat, Psikologi adalah ilmu tentang kepribadian/perilaku seseorang, dan Antropologi adalah sama dengan psikologi, namun lebih mendetail ke sifat-sifat manusia.

Mereka merupakan 3 dari 6 orang yang telah diwawancarai oleh kelompok kami. Dan jawaban yang paling mendekati adalah jawaban Liemdra, karena walaupun Antropologi Liemdra tidak tahu tetapi jawabannya tentang Sosiologi dan Psikologi benar. Untuk itu, saya akan membahas lebih lanjut mengenai Sosiologi, Psikologi dan Antropologi.



gambar 1. sosiologi

Sosiologi berasal dari kata socius yang artinya kawan dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari teman dengan teman, yaitu hubungan antara orang dengan orang lain, orang dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Teman disini, dimaksudkan sebagai kawan ataupun lawan. 
Manusia sebagai makhluk sosial tidak pernah jauh dengan yang namanya hubungan sosial, karena bagaimanapun hubungan tersebut memengaruhi perilaku orang-orang. Sebagai bidang studi, cakupan sosiologi sangatlah luas. Sosiologi juga melihat bagaimana orang mempengaruhi kita, bagaimana institusi sosial utama, seperti pemerintah, agama, dan ekonomi memengaruhi kita, serta bagaimana kita sendiri memengaruhi orang lain, kolompok, bahkan organisasi.
Secara tidak sadar, sesungguhnya kita telah mengenal sosiologi ketika hidup dengan masyarakat di sekitar kita. Sosiologi menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi adalah ilmu yang mempelajari sruktur social, dan perubahan social.



Auguste Comte orang yang pertama kali mengeluarkan istilah "sosiologi" yang merupakan Bapak Sosiologi. Akan tetapi, sebelum masa Comte pun telah ada orang yang telah berbicara tentang masyarakat, di antaranya Plato, Aristoteles, Ibnu Khaldun, Thomas More, Campenella, Hobbes, John Locke, Jean Jaque Roussean dan Saint Simon.

gambar 2. psikologi

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan proses mental manusia.
As science: sistematis, mengobservasi perilaku dan memberikan kesimpulan.
Behavior: semua yang kita lakukan dapat terlihat.
Mental process: pikiran, perasaan, motivasi yang bias kita rasakan tetapi tidak bias dilihat.

Psikologi baru diakui sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama di dunia. Pada tahun 1879, Wundt mendirikan laboratorium pertama di University of Leipzig, Jerman. Tahun berdirinya laboratorium Wundt (1879) tersebut diakui sebagai tahun berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan.

Beberapa tokoh-tokoh Psikologi:

B.F. Skinner adalah seorang psikolog Amerika Serikat terkenal dari aliran behaviorisme.Inti pemikiran Skinner adalah setiap manusia bergerak karena mendapat rangsangan dari lingkungannya.Sistem tersebut dinamakan “cara kerja yang menentukan” (operant conditioning).

Carl Gustav Jung adalah psikiater Swiss dan perintis psikologi analitik. Pendekatan Jung terhadap psikologi yang unik dan berpengaruh luas ditekankan pada pemahaman “psyche” melalui eksplorasi dunia mimpi, seni, mitologi, agama serta filsafat. Bagi jung, kepribadian merupakan kombinasi yang menackup perasaan dan tingkah laku, baik sadar maupun tidak sadar.

Sigmund Freud adalah seorang psikiater Austria dan pendiri aliran psikoanalisis dalam psikologi. Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkatan kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak-sadar (unconscious). Konsep dari teori Freud yang paling terkenal adalah tentang adanya alam bawah sadar yang mengendalikan sebagian besar perilaku. Selain itu, dia juga memberikan pernyataan pada awalnya bahwa prilaku manusia didasari pada hasrat seksualitas pada awalnya (eros) yang pada awalnya dirasakan oleh manusia semenjak kecil dari ibunya.

Jean Piaget adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan psikolog perkembangan Swiss, yang terkenal karena hasil penelitiannya tentang anak-anak dan teori perkembangan kognitifnya. Teori perkembangannya yaitu sensorimotor stage, preoperational stage, concrete operational stage dan formal operational stage.


gambar 3. antropologi

Antropologi  berasal dari Bahasa Yunani “anthropos” yang artinya manusia dan “logy” atau “logos” yang berarti ilmu yang mempelajari tentang manusia. Sedangkan pengertian secara harfiah adalah ilmu yang mempelajari tentng manusia yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat bagi manusia itu sendiri, dan memberikan pengertian tentang budaya, tradisi, bahasa, adat istiadat dll.
Antropologi memiliki dua sisi holistic dimana meneliti manusia pada tiap waktu dan tiap dimensi kemanusiannya. Arus utama inlah yang secara tradisional memisahkan antropologi dari disiplin ilmu kemanusiaan lainnya yang menekankan pada perbandingan/perbedann budaya antar manusia. Walaupun begitu, sisi ini banyak diperdebatkan dan menjadi kontroversi sehingga metode antropologi sekarang seringkali dilakukan pemusatan penelitian pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal.


 
Antropologi menurut para ahli:

William A. Haviland Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.

David Hunter Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
Koentjaraningrat Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.

Sumber:

diunduh dari http://bse.kemdikbud.go.id/buku/details/20142407133374/download pada tanggal 4 Maret 2015
disarikan dari Hasanah, N. N. Get Success UN Sosiologi. pada tanggal 4 Maret
diunduh dari http://edukasi.kompasiana.com/2014/09/12/apa-arti-sosiologi-itu--687521.html pada tanggal 4 Maret
disarikan dari Dr. Sumanto, A. M. (2014). Psikologi Umum. Yogyakarta: Center of Academic Publishing Service. pada tanggal 4 Maret
disarikan dari Catatan Psikologi Umum 1 Semester 1 Universitas Bina Nusantara pada tanggal 4 Maret

diunduh dari https://psychologyworld.wordpress.com/2010/10/04/5-tokoh-terkenal-di-dunia-psikologi/ pada tanggal 4 Maret
diunduh dari http://media.kompasiana.com/buku/2014/04/02/definisi-latar-belakang-ruang-lingkup-antropologi-hubungan-antropologi-dengan-ilmu-ilmu-lain-645901.html pada tanggal 4 Maret
diunduh dari https://antropolog.wordpress.com/about/ pada tanggal 4 Maret
diunduh dari http://www.academia.edu/8316067/Apa_itu_antropologi_Pada_kesempatan_ini pada tanggal 4 Maret

gambar 1. diunduh dari http://www.unco.edu/sociology/images/Sociology%20Wall.jpg pada tanggal 4 Maret
gambar 2. diunduh dari http://www.kes.hants.sch.uk/resource.aspx?id=15410 pada tanggal 4 Maret
gambar 3. diunduh dari http://www.americanethnologist.org/wp-content/uploads/sites/2/2014/02/41-1-word-cloud-figure-19-800px-500x254.jpg pada tanggal 4 Maret

Selasa, 03 Maret 2015

Introduction

Haloo!! Udah lama sejak saya terakhir kali update blog lagi hehe tapi sekarang bakalan lebih sering-sering update blog lagi nih...
Nah sebelum itu, saya mau ngenalin diri terlebih dahulu hahaha iya telat tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan :'D

Nama saya Rigella Ribka Dwiwani'h' tidak pake 'h' tapi gara-gara yang ketik akte dulu salah ketik jadinya sekarang di kartu pelajar pake Dwiwanih:( nah nama saya ini smuanya punya arti, papa saya sangat kreatif dalam memberi nama hahaha Rigella itu berasal dari nama bintang Rigel terus kata papa saya yang kerjanya pelaut, Rigel diluar negeri itu kebanyakan dipake sama cowok. Jadinya supaya beda, papa saya menambahkan 'la' di belakangnya. Kalau Ribka itu berasal dari nama di Alkitab dan yang terakhir itu Dwiwani. Dwiwani itu terdiri dari Dwi dan Wani, jadi dwi dalam bahasa jawa itu artinya kedua(karena saya anak kedua) terus wani itu gabungan dari nama papa dan mama saya. kreatif kan? ;) ohh iya bagi yang bertanya-tanya, saya ga pake nama marga.
Nama kecil atau nama panggilan saya ada banyak, ada Rigella, Rigel, Gel, dan yang paling sering itu Igel. Saya anak kedua dari berempat bersaudara dan satu-satunya anak perempuan. Saya suka menonton, dengar lagu, membaca(tapi novel dan komik hhe) dan tidurr :p

Saat ini saya sedang menempuh pendidikan S1 jurusan Psikologi saya di Universitas Bina Nusantara(BINUS) Kemanggisan, dan sebenarnya blog ini saya buat untuk menunjang perkuliahan saya. Tapi walaupun begitu, blog ini juga saya harap dapat membantu menambah pengetahuan saya dan pengetahuan anda-anda semua yang membacanya. Semoga ini juga menjadi awal saya belajar untuk terus membuat blog kedepannya.

Maaf sedikit alay :'' haha
Be random. Be weird. Be who you are.
Because you never know who would love the person you hide.-unknown



Sekian perkenalan dari saya,semoga tulisan-tulisan yang saya sudah dan akan post dapat bermanfaat :)

Kamis, 01 Januari 2015

Pengayom Anak Berkebutuhan Khusus

Kompas, 30 Januari 2014

oleh: Dian Dewi Purnamasari

Kita sering kasian melihat orang-orang berkebutuhan khusus dan orang-orang yang susah untuk mendapatkan pekerjaan, namun hanya merasa simpati tetapi tidak melakukan apa-apa.
Berbeda dengan Madya Putri Andang (51), dimana di sela-sela pekerjaannya sebagai dokter gigi, ia juga giat mengelola usaha mikro, kecil, dan menengah kerajinan tangan berbahan dasar karung goni. Ia melatih ibu-ibu rumah tangga, anak-anak berkebutuhan khusus dan siapa saja yang ingin belajar membuat kerajinan tangan.
Ia sudah merintis usahanya ini selama empat tahun dan sekurangnya 25 anak penyandang cacat tunarungu dari Jakarta Selatan dan Depok telah bergabung. Ada yang mengerjakan kerajinan tangan tersebut di rumah lalu menyetorkannya setelah selesai dan ada yang langsung mengerjakan di rumahnya sampai selesai.
Mereka dibayar Rp25.000,00 per hari, bagi mereka itu sudah sangat membantu dan bahkan ada diantara mereka yang menabung setengahnya untuk kuliahnya nanti.
Menurut Madya, banyak anak berkebutuhan khusus yang bingung setelah lulus sekolah mau bekerja apa karena banyak perusahaan yang menolak mereka sehingga belajar berwirausaha adalah pilihan yang tepat bagi mereka.
Usahanya ini berawal dari hobinya merajut, sejak dulu ia gemar belajar secara otodidak. Ia selalu memperhatikan kerajinan tangan yang ada di mall atau toko dan sesampainya di rumah berusaha ia tiru dengan menambahkan modifikasi-modifikasi tertentu. Selain itu, ia mendapatkan ide-ide kreatif dari majalah atau ketika berselancar di dunia maya. Garasi di rumahnya pun ia ubah menjadi tempat pembuatan kerajinan tangannya itu, mulai dari mencuci karung goni dengan cairan khusus sampai menjadi bersih, steril kemudian dikeringkan dan siap untuk diubah menjadi tas jinjing, tas selempang, wadah selampai, penjepit rambut, bros, taplak meja, dompet, dan penutup baju.
Produk-produk hasil usahanya ini pun disambut positif oleh masyarakat, apalagi ia sering mengikuti pameran-pameran yang diselenggarakan oleh Kota Jakarta Selatan ataupun Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta dan juga laku di luar negeri seperti Jerman, Hongkong dan Uni Emirat Arab. Hal ini yang mengantarkannya mendapat berbagai penghargaan yang bergengsi.
Keberhasilannya ini bukan tanpa tantangan, ia harus mengajar anak-anak berkebutuhan khusus tersebut dengan tekun dan sabar, bahkan ia harus belajar bahasa isyarat selama tiga bulan agar dapat berkomunikasi dengan mereka. Ia mengatakan tidak masalah jika kelak ada anak didiknya yang membuka usaha sendiri, malah ia bangga bisa menjadi guru yang baik.
Inspirasi berbagi bersama ia dapatkan dari nasihat orangtuanya. Ia juga belajar dari melihat ibunya mengajar ibu-ibu rumah tangga yang merupakan istri dari pegawai perkebunan ayahnya untuk membuat kerajinan tangan. Ia ingat kata-kata ibunya bahwa lebih baik kaya ilmu dari kaya harta serta ilmu yang berguna adalah ilmu yang bermanfaat bagi sesama.
Berkat hal itu, sekarang Madya tidak hanya berwirausaha tetapi juga sering dipanggil sebagai pembicara di sejumlah kota di Indonesia.
Bagi Madya, hidup adalah pilihan. Ia merasa semakin bermanfaat ketika bisa berkontribusi terhadap sesama. Sebelumnya, tidak pernah tebersit di pikirannya menjadi seorang wirausaha sosial. Berkat kegigihan dan ketekunannya, hobi berkreasi justru mengantarkan dirinya pada pencapaian saat ini.
Madya pun masih memiliki mimpi. Ia ingin membuat taman khusus yang bisa diakses penyandang disabilitas dari seluruh kalangan.

Menurut saya, orang-orang seperti Ibu Madya ini sangat dibutuhkan Indonesia karena sangat banyak orang-orang berkebutuhan khusus yang sangat membutuhkan bantuan, dan seharusnya pemerintah membuat program-program seperti ini. 

Gambar.1.Madya P. Andang
  
Madya P Andang
♦ Lahir: Jember, 15 Oktober 1963
♦ Anak: 
- Raezika Radhina P (24)
- Gilang Kumara (19)
♦ Pendidikan: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya
♦ Penghargaan:
- Juara I Produk Unggulan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Tingkat Nasional 2014
- Juara I Produk Unggulan DKI Jakarta
- Juara II Produk Kreatif dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012
- Penghargaan Women Entrepreneur Yayasan Kuala Swadaya 2013

Sumber: print.kompas.com
Gambar.1.http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000010767469



Senin, 29 Desember 2014

Kita Semua adalah Guru

Kompas, 29 Desember 2014

oleh:

Ketika sedang liburan, kadang kita bersama keluarga menghabiskan waktu bersama dengan berlibur ke suatu tempat yang indah dan menarik. Namun, kadang saking asyiknya merasakan nikmatnya liburan, kita tidak menyadari atau pura-pura tidak menyadari keadaan penduduk sekitar kita yang memprihatinkan.
Jami Ngadiono (30) adalah orang yang sadar dan peduli pada penduduk sekitar itu, sehingga ia mendirikan komunitas 1000_Guru yang memiliki konsep dan tujuan yang sederhana yaitu agar para pengunjung bisa mengajar atau memberi motivasi kepada anak-anak sekolah setempat, untuk mengenal dunia secara lebih luas. Jadi wisatawan bukan hanya berlibur dan tidak menyadari keadaan penduduk sekitar, melainkan sekaligus berkontribusi positif dalam bidang pendidikan dengan mengajar.
Relawan dapat mendaftar di situs 1000_Guru, yang setelahnya akan dipilih 30 orang dari latar belakang yang berbeda untuk pergi ke sekolah yang membutuhkan selama satu pekan.
Relawan tidak boleh menginap di hotel ataupun losmen melainkan menginap di sekolah untuk merasakan betapa kurangnya fasilitas yang ada di sekolah tersebut. Mereka juga harus menanggung biaya perjalanan masing-masing, membawa sumbangan seperti peralatan sekolah, mainan yang mendidik serta peralatan olahraga. Mereka tidak mengajarkan anak-anak di sekolah tersebut mengenai pelajaran umum seperti matematika, fisika, bahasa inggris dan sebagainya, melainkan membagi dan menceritakan pengalaman mereka tentang pekerjaan mereka, pengalaman-pengalaman menarik dan bermain bersama. Hal ini, menurut Jami sangat diperlukan anak-anak tersebut supaya mereka juga tahu tentang dunia luar dan mengetahui pengetahuan-pengetahuan yang menarik. 
Jemi sendiri tidak pernah berpikir akan mendirikan komunitas 1000_Guru ini karena dulunya ia berasal dari keluarga yang tidak berkecukupan, Ayah dan Ibunya bersusah payah menyekolahkan dia dan saudara-saudaranya. 
Pada suatu hari datang seorang tamu laki-laki yang mengatakan akan menyekolahkan Jemi di Jakarta, Ayah dan Ibu Jemi sangat senang karena kedua kakak di atas Jemi harus putus sekolah dan tidak sampai tamat SMA karena kurangnya biaya, sehingga mereka mengaharapkan Jemi bisa lanjut sampai lulus SMA.
Akhirnya Jemi pun berangkat ke Jakarta, dan alangkah kaget dan marahnya dia mengetahui ia dimasukkan dalam panti asuhan padahal masih mempunyai ayah dan ibu, ia merasa terbuang karena hal itu. Namun, semakin lama Jemi mulai mengerti dan ia pun berusaha belajar dengan baik agar dapat lulus SMA dan membahagiakan ayah dan Ibunya.
Setelah lulus SMA, Jemi lalu bekerja di pabrik plastik namun tidak bertahan lama karena ia mempunyai kemampuan yang lebih daripada itu. Ia kemudian giat bekerja dan menabung agar bisa melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi. Kemudian, ia mengambil program diploma 3 tahun untuk program studi Penyiaran di Bina Sarana Informatika. Kuliah Jemi juga tidak bertahan lama, karena ia menyadari pendidikan bukan hal yang ia butuhkan karena ia telah bekerja diberbagai rumah produksi sebagai juru kamera. Ia lalu fokus pada pekerjaannya itu, dan melalui pekerjaannya itulah ia bisa mendatangi tempat-tempat yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan bisa dicapai. 
Ketika pergi ke desa-desa dan wilayah terpencil untuk mencari lokasi syuting yang bagus, ia melihat banyaknya anak-anak usia sekolah yang tidak mendapat pendidikan yang layak. Ia lalu berinisiatif untuk berbagi pengalamannya kepada anak-anak itu. 
Sejak saat itu, setiap pergi ke suatu tempat, Jemi selalu meluangkan waktunya untuk pergi ke sekolah-sekolah dan meminta izin kepada kepala sekolah dan guru-guru untuk diizinkan berbagi pengalamannya. 
Jemi lalu mengunggah foto dan cerita pengalamannya di media sosial dan mendapat respon positif dari teman-teman dan orang-orang penggemar wisata (backpacker) yang tertarik membantu. Dari situlah komunitas 1000_Guru dilahirkan dan saking populernya gerakan tersebut, setiap bulan ada 200 sampai 300 orang yang mendaftar untuk ikut kunjungan bulanan. Bahkan, kini komunitas 1000_Guru memiliki cabang di Makassar, Surabaya, Bandar Lampung dan Tangerang.
Jemi mengatakan ia senang makin banyak orang yang peduli dengan pendidikan. Namun itu belum cukup karen seharusnya semua kalangan masyarakat ikut terlibat karena kita semua adalah guru.

"Kita semua adalah guru" adalah ungkapan yang diungkapkan oleh Jemi, dan menurut saya sangat mendalam artinya. Setelah mendengar ungkapan itu, saya menjadi sadar kalau memang semua orang bisa menjadi guru dan bahkan seorang tukang becak pun bisa menjadi guru dengan menjadi teladan dalam bekerja keras dan pantang menyerah. Mengajar anak-anak bukan hanya dalam berbagai ilmu pengetahuan seperti matematika dan lainnya tetapi melalui pengalaman-pengalaman dan pekerjaan kita. Jemi adalah satu lagi contoh anak muda yang menginspirasi kita semua. :)

Gambar.1.Jemi Ngadiono

 Jemi Ngadiono
♦ Tempat, tanggal lahir: Tulang Bawang, Lampung, 11 Mei 1984
♦ Ayah: Jamari (almarhum)
♦ Ibu: Suwarti
♦ Pendidikan: 
- D-3 Jurusan Penyiaran Bina Sarana Informatika (tidak tamat)
- SMA Panti Asuhan Pondok Taruna, Jakarta Timur
- SMPN 3 Banjar Agung, Tulang Bawang, Lampung
 
Sumber: print.kompas.com
Gambar.1. http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000010856637

Sabtu, 27 Desember 2014

Teknologi untuk Kebahagiaan Manusia

Kompas, 27 Desember 2014

oleh: Herlambang Jaluardi & Wisnu Nugroho




Baru-baru ini lima mahasiswa UGM meraih penghargaan atas aplikasi buatan mereka di Sillicon Valley, Amerika Serikat. Dan orang yang paling berjasa atas pencapaian itu adalah Daniel Oscar Baskoro.
Pada awal Desember 2014 ini, Oscar dan lima kawannya di UGM: Bahrunnur, Zamahsyari, Sabrina Woro Anggraini, Fansyuri Jenar, dan Maulana Rizki, datang ke SIllucon Valley dan meraih penghargan atas pembuatan alpikasi penanganan bencana untuk pemakai perangkat android yaitu penghargaan Best Public Safety Application untuk perangkat lunak Realivedari dua perusahan informasi raksasa AS, AT&T dan IBM.
Realive adalah pengembangan dari aplikasi yang mereka kembangkan awal tahun ini, Quick Disaster. Sebelumnya, Quick Disaster mendapat penghargaan Global Winner dari Bank Dunia di London, Inggris, Juli 2014. Dua aplikasi itu dibuat untuk menjawab persoalan harian.
Realive juga seperti smart watch yang memberitahu pengguna informasi mengenai bencana yang berada di sekitar kita, korban serta aparat yang menangani.
Alpikasi ini muncul karena adanya bencana gempa yang mengguncang kota tempat tinggal Oscar di Yogyakarta pada Mei 2006 silam.
Pada waktu bencana itu terjadi, orang-orang panik dan bingung mencari tempat untuk menyelamatkan diri,-mau ke selatan ada isu tsunami, mau ke utara Gunung Merapi mau meletus. Karena itu menurutnya alpikasi ini menjadi sangat membantu. Oscar juga sering menjadi relawan ketika terjadi bencana sehingga ia sangat mengetahui bahwa relawan membutuhkan alpikasi ini untuk memudahkan mereka, dan memang alpikasi ini sebenarnya dibuat untuk para relawan.
Oscar pertama kali  mengetahui internet adalah pada saat SD ketika ia membuat email untuk menghubungi ayahnya yang sedang menyelesaikan doktoralnya di Liverpool, Inggris.
Sejak saat itu, Oscar sangat tertarik pada teknologi informasi khususnya internet dan mencetak banyak prestasi pada masa sekolahnya.
Kecintaannya pada teknologi tidak lantas menjadikannya anak yang kutu buku dan tidak suka bergaul, ia malah sangat aktif berorganisasi sampai pernah terpilih menjadi ketua orientasi mahasiswa baru.
Oscar juga merupakan duta Ambassador untuk Google dan menjadi orang pertama di Indonesia yang memiliki smart watch dan Google glass.
Saat ini Oscar sedang berusaha merampungkan skripsinya yang bertema pengolahan big data. Ia mengatakan bahwa ia hendak mengamalkan ilmunya sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di negara berkembang.

Oscar adalah anak muda yang patut dijadikan panutan bagi anak muda lainnya, dimana pada usianya yang masih muda ia bisa menorehkan prestasi yang begitu gemilang dan mengaharumkan nama Indonesia. Saya pribadi sangat kagum padanya dan membuat saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri apa yang sudah saya lakukan selama 18 tahun saya hidup di dunia ini?



Daniel Oscar Baskoro
♦ Lahir: Yogyakarta, 10 Juli 1992
♦ Pendidikan: 
- SD Tarakanita, Yogyakarta, 2004
- SMP Stella Duce I, Yogyakarta, 2007
- SMA Kolese De Britto, Yogyakarta, 2010
- Fakultas MIPA Program Studi Ilmu Komputer, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (sekarang)
♦ Pengalaman Organisasi:
- Google Student Ambassador South East Asia
- Google Business Group
- Google Developer Group
- Code Project International
- Peneliti Muda di Kementerian Riset dan Teknologi
- Pringwulung Social Communication Commission
♦ Penghargaan:
- Best Public Safety Application, dari AT&T dan IBM, di Silicon Valley, AS, 2014
- World Bank Global Winner Award, London, Inggris, 2014
- Jenesys Winner, dari Pemerintah Jepang, 2014
- 10 Mahasiswa Terbaik, Direktorat Kemahasiswaan UGM, 2014
- XL Axiata Future Leaders, 2013
- Google Geo Good People, AS, 2013
- Google Student Ambassador South East Asia, 2013
- Medali Emas dan Pemenang Favorit Lomba Foto Kebudayaan dan Pariwisata tingkat Nasional, 2010
- Think Quest International Achievement, Oracle, AS, 2008
- Medali Emas Kompetisi Desain Web, Kementerian Pendidikan, 2006

Sumber: print.kompas.com