Sabtu, 06 Juni 2015

Community Service DAY 3

Nama: Rigella Ribka Dwiwanih
NIM: 1801436902
Psikologi 2018
Character Building Kewarganegaraan

Sabtu, 16 Mei 2015

Minggu lalu kan kami sudah mengajarkan bahasa Jepang dan bahasa Korea, nah minggu ini adalahhhh.... mereview kembali hal-hal yang sudah mereka pelajari. Masih ingat nggak? hahaha
Kami berharap dengan mereview kembali, anak-anak tersebut tidak akan mudah lupa dengan hal-hal yang sudah kami ajari. Kemudian kami ingin melihat apakah pelajaran bahasa yang sudah kami ajarkan mudah dimengerti sehingga mereka bisa mengingat bahasa yang sudah kami ajarkan :D

Tetapiii...
Sebelum memulai mereview kembali pelajaran bahasa jepang dan korea, untuk membuat semangat dan tidak mengantuk -maklum jam tidur siang =D- kami memainkan games terlebih dahuluu.


Yang main bukan hanya adek-adeknya tetapi juga kakak-kakak pengajarnyaa hihihi





Selain tidak membuat ngantuk, games ini bikin kami semua tambah dekat dan tidak malu-malu lagi satu sama lain. Kan capek juga kan belajar teruss haha


Nah setelah ga ngantuk lagi dan fresh setelah bermain game, selanjutnya adalah mereview kembalii pelajaran bahasa Jepang dan Korea.




Dan ternyataa... mereka masih pada ingatt :') senang banget mereka ternyata memperhatikan dengan baikk yeyy..

Community Service DAY 2

Nama: Rigella Ribka Dwiwanih 
NIM: 1801436902
Psikologi 2018
Character Building Kewarganegaraan

Minggu, 10 Mei 2015

Setelah sebelumnya belajar bahasa Jepang, sekarang kami mengajarkan mereka bahasa lagi. Bahasa apakah ituu? hahaha 
Jadi, pada hari kedua kami mengajarkan mereka bahasa Korea yeyyy haha

Pertama-tama sama seperti belajar bahasa jepang, pelajaran pertama adalah cara memperkenalkan diri sendiri menggunakan bahasa Korea. Annyeonghaseyo, joe neun .... imnida dan seterusnyaa.



Kemudian setelah mereka mencoba mengucapkannya satu persatu dengan sangat baik :D dilanjutkan dengan belajar membaca dan menulis huruf hangul yang di ajarkan oleh masternya K-POP yaitu teman saya Imelda hahaha dan dibimbing dengan kami yang lain. Ketika Imelda mengajarkan di papan tulis, yang lain mengamati dan membimbing anak-anak dalam menulis dan menkoreksi jika ada yang salah. 




Ohh iya, sebelumnya kami sudah memprint bahan yang akan diajarkan, oleh karena itu memudahkan anak-anak untuk lebih baik dalam mengerti dan mempelajari bahasa Korea :)





Mereka semua termasuk pintar-pintar dalam mempelajari bahasa baru :D

Community Service DAY 1

Nama: Rigella Ribka Dwiwanih
NIM: 1801436902
Psikologi 2018
Character Building Kewarganegaraan

Sabtu, 9 Mei 2015

Haloo semuaa, kali ini saya akan menceritakan mengenai pengalaman saya dan teman-teman saya mengajar dan bermain bersama dengan anak-anak di Pondok Yatim dan Dhu'afa-Yayasan Amal Sholeh Sejahtera yang terletak di jalan Kembang Kerep nomor 7 Kembangan Jakarta Barat.
Kegiatan kami ini sebenarnya sudah berlangsung pada bulan mei, hanya saja dikarenakan banyaknya deadline tugas dan quiz, membuat saya baru bisa menulisnya sekarang ^^V
Walaupun sudah dari bulan mei, pengalaman ini masih berbekas dan saya ingat benar sampai sekarang kok, jadi jangan khawatir ada yang terlupa hahaha walaupun terlupa, jika melihat fotonya pasti akan langsung teringat :D Selamat membaca dan menikmati pengalaman saya hihi

Nah, pada hari pertama saya bersama-sama dengan teman-teman sekelompok saya berkumpul terlebih dahulu di Binus Anggrek dan berangkat bersama menuju Pondok Yatim dan Dhu'afa setelah beberapa hari sebelumnya kami sudah melakukan survei dan membuat janjian kalau kami ingin mengajar disana.

Setelah kami sampai disana, kami lalu menunggu sebentar sementara tempatnya di sediakan. Semua anak-anak yang melewati kami pasti menyalami dan salim pada kami. Mereka semua sangat sopan-sopan. Ohh iya, pondok yatim yang kami kunjungi ini adalah khusus untuk anak-anak Putra yang usianya mulai dari paling kecil masih belum bersekolah sampai yang sudah SMK.


pada malu-malu difoto hihihi


Setelah semua telah berkumpul, pertama-tama kami memperkenalkan diri kami masing-masing terlebih dahulu kemudian meminta semua anak-anak masing-masing memperkenalkan dirinya sendiri.



Pada hari pertama, kami mengajarkan mereka bahasa Jepang. Yang dimulai dengan cara memperkenalkan diri dengan bahasa Jepang dan bagaimana nama mereka dalam bahasa Jepang -ada yang berubah dan ada yang tetap hahha-
Setelah itu semua anak mulai diajarkan untuk membaca dan menulis huruf jepang (katakana dan hiragana). Mereka sangat antusias dalam mencatat huruf-huruf tersebut dan kebetulan ada satu anak yang sangat bersemngat dan pintar mengikuti karena dia sangat menyukai menonton anime jepang. Ada juga anak yang marah jika dia belum selesai dan kita sudah mau lanjut ke materi yang selanjutnya dan minta ditunggui hahaha




Human Social Problems: Deviance, Crime, Social Control, and Global Inequality

1. Deviance 

gambar 1. ilustrasi penyimpangan
http://sociologylegacy.pbworks.com/f/1380333092/deviance.png
Deviance atau penyimpangan adalah perilaku yang melanggar standar perilaku atau harapan dari kelompok atau masyarakat.
Melibatkan pelanggaran norma kelompok, yang mungkin di bawa ke hukum atau tidak.
Definisi sosial dalam masyarakat tertentu dan pada waktu tertentu.

Penyimpangan dan Stigma Sosial.
Stigma menurut Goffman adalah pelabelan masyarakat dengan meremehkan anggota kelompok sosial tertentu.
Penyimpangan dan Teknologi.
Inovasi teknologi dapat mendefinisikan ulang interaksi sosial dan standar perilaku yang berkaitan dengan mereka.

2. Kontrol Sosial

Kontrol Sosial adalah teknik dan strategi yang digunakan untuk mencegah perilaku manusia yang menyimpang di dalam masyarakat dimana pun. Dilakukan oleh
  • orangtua
  • teman sebaya
  • sekolah
  • perusahaan
  • pemerintah
Sanksi: hukuman dan imbalan untuk perilaku yang menyangkut norma sosial.
  • Orang sering menerima 161 pesan bersaing  tentang bagaimana seharusnya kita berperilaku
  • Fungsionalis: orang harus menghormati norma-norma sosial jika ada kelompok atau masyarakat ingin bertahan hidup.
  • Teori konflik: sukses berfungsinya masyarakat secara konsisten menguntungkan dan menjadi kelemahan kelompok lain.
2.1 Konformitas dan Kepatuhan

gambar 2. ilustrasi konformitas
http://www.kavehmoravej.com/wp-content/uploads/2013/02/conformity1.jpg

Konformitas adalah pergi bersama dengan rekan-rekan yang tidak memiliki hak istimewa untuk mengarahkan perilaku.
Kepatuhan adalah sesuai dengan otoritas yang lebih tinggi dalam struktur hirarki.

Eksperimen Mailgram: 
Eksperimenter menginstruksikan orang untuk menambah tegangan listrik pada subjek. Hampir dua pertiga dari peserta masuk ke kategori "subjek patuh".

2.2 Kontrol Sosial Informal dan Formal

Kontrol sosial informal digunakan secara kasual atau begitu saja untuk mengakkan norma-norma.
Kontrol sosial formal dilakukan oleh agen resmi.
Kontrol sosial informal sebenarnya dapat merusak kontrol sosial formal.

2.3 Hukum dan Masyarakat

Beberapa norma yang sangat penting untuk masyarakat diformalkan ke dalam hukum.
Hukum: Lembaga kontrol sosial
Tatanan hukum mencerminkan nilai-nilai mereka dalam posisi untuk melaksanakan kewenangan.
Teori Kontrol: koneksi kita terhadap anggota masyarakat menuntun kita untuk secara sistematis sesuai dengan norma-norma masyarakat.

3. Crime


gambar 3. ilustrasi crime
http://www.niemanlab.org/images/police-line-crime-reporting.jpg

3.1 Pengertian Kejahatan

Kejahatan adalah pelanggaran hukum pidana dimana beberapa otoritas pemerintah memberlakukan hukuman formal.

Indeks Kejahatan:
  • pembunuhan
  • pemerkosaan
  • perampokan
  • penyerangan
  • pembongkaran untuk mencuri
  • pencurian
  • pencurian kendaraan bermotor
  • pembakaran
3.2 Tipe-tipe kejahatan

Kejahatan tanpa korban: pertukaran bersedia antara orang dewasa dari banyak diinginkan tetapi ilegal, barang dan jasa. Maksudnya adalah kejahatan itu dilakukan, tetapi tidak menimbulkan korban karena ketika kejahatan itu dilakukan, pihak-pihak yang terkait justru mendapatkan manfaat.

Kejahatan profesional: banyak orang membuat karir dari kegiatan ilegal.
  • Kriminal profesional: orang yang melakukan kejahatan sebagai pekerjaan sehari-hari.
Kejahatan yang terorganisir: kelompok yang mengatur hubungan antara berbagai perusahaan kriminal yang  terlibat dalam kegiatan ilegal.
  • Mendominasi bisnis ilegal
  • Berfungsi sebagai sarana atas mobilitas bagi kelompok orang yang berjuang untuk keluar dari kemiskinan
Kejahatan kerah putih dan kejahatan teknologi
  • Kejahatan kerah putih: tindakan ilegal yang dilakukan dalam kegiatan usaha atau bisnis.
  • Kejahatan komputer: penggunaan teknologi tinggi untuk melaksanakan penggelapan atau penipuan elektronik.
  • Kejahatan perusahaan: setiap tindakan oleh sebuah perusahaan yang dihukum oleh pemerintah.
Kejahatan kebencian: pelanggar termotivasi  untuk memilih korban berdasarkan ras, etnis, agama, atau karakteristik pribadi, dan kebencian meminta pelaku untuk melakukan kejahatan.
  • 2010: lebih dari 8.300 kejahatan kebencian dilaporkan
  • Mayoritas dilakukan oleh anggota kelompok dominan terhadap orang yang tidak berdaya
gambar 4.Kategorisasi Kejahatan Kebencian Dilaporkan
Source: Incidents reported for 2009 in 2010. Department of Justice 2010x.

Kejahatan Transnasional: Kejahatan yang terjadi di beberapa perbatasan nasional.
  • Sebagian contoh mengerikan adalah perbudakan
  • Kerjasama bilateral dalam mengejar penjahat perbatasan umum
gambar 5. Jenis Kejahatan Transnasional
Source: Compiled and updated by the author based on Mueller 2001 and United Nations Office on Drugs and Crime 2005.


Kejahatan internasional mencakup seluruh dunia.

3.3 Statistik Kejahatan

Angka Kejahatan Internasional
Kejahatan kekerasan jauh lebih umum di AS daripada Eropa Barat di tahun 1980-an dan 1990-an.
Eskalasi pesat dalam angka pembunuhan di negara-negara berkembang sebagai pemasok narkoba ke negara-negara industri.

Tabel 1. Kejahatan Tarif nasional dan Persentase Perubahan
Source: Department of Justice 2009: Tables 1, 1a.
4. Global Inequality

4.1 Pembagian Global

Ketidaksetaraan adalah penentu yang signifikan dari perilaku manusia.
Pembagian kekayaan global muncul sebagai akibat dari Revolusi Industri dan meningkatnya produktivitas pertanian.
Mengakibatkan kenaikan dalam standar hidup itu tidak merata di seluruh dunia.

4.2 Stratifikasi Dalam Sistem Dunia

Kontras mencolok antara negara-negara industri dan berkembang.

  • Warisan dari kolonialisme
  • Korporasi multinasional
  • Modernisasi
gambar  6. Fundamental Global Inequality
Source: Adapted from Sutcliffe 2002:18.

Warisan Kolonialisme
Kolonialisme: kekuatan asing mempertahankan dominasi politik, sosial, ekonomi, dan budaya untuk jangka waktu yang lama.
Neokolonialisme: Lanjutan ketergantungan pada negara-negara industri untuk lebih manajerial dan keahlian teknis dari mantan koloni.

Wallerstein: Analisis Sistem Dunia
Hubungan ekonomi dan politik yang tidak setara di mana negara-negara industri tertentu dan perusahaan global mereka mendominasi inti dari sistem ekonomi dunia.

gambar 7. Analisis Sistem Dunia2012 The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved

Teori Ketergantungan: bahkan ketika negara berkembang membuat kemajuan ekonomi, mereka tetap lemah dan tunduk kepada negara-negara inti dan perusahaan.

Globalisasi: integrasi kebijakan pemerintah, budaya, gerakan sosial, dan pasar keuangan melalui perdagangan dan pertukaran ide di seluruh dunia.

Perusahaan multinasional
organisasi komersial yang berkantor pusat di suatu negara tapi melakukan bisnis di seluruh dunia.
  • Total pendapatan dari bisnis multinasional setara dengan nilai total barang dan jasa yang dipertukarkan di seluruh negara
  • Lebih dari 10% barang AS dan layanan, yang terkait dengan ekspor atau impor barang
gambar 8.Multinational Corporations Compared to Nations
Sources: Ranking prepared by author. Revenue from corporate quarterly report statements (Q2 2009 through Q2 2010). GNI from World Bank 2010a:32–34.

Modernisasi
Proses dimana negara peripheral berpindah dari institusi tradisional menjadi karakteristik negara yang lebih maju.

  • Teori Modernisasi: fungsionalis melihat modernisasi dan pembangunan yang bertahap akan meningkatkan kehidupan orang-orang di negara-negara berkembang.


Sumber:

Disarikan dari BinusMaya Pertemuan ke-10 (21-22 May 2015) Human Social Problems: Deviance, Crime, Social Control, and Global Inequality. Copyright 2012. The McGraw Hill Companies, Inc. All Right Reserved.

gambar 1. diunduh dari http://sociologylegacy.pbworks.com/f/1380333092/deviance.png pada tanggal 6 Juni 2015

gambar 2. diunduh dari http://www.kavehmoravej.com/wp-content/uploads/2013/02/conformity1.jpg pada tanggal 6 Juni 2015

gambar 3. diunduh dari http://www.niemanlab.org/images/police-line-crime-reporting.jpg pada tanggal 6 Juni 2015

gambar 4. diunduh dari Power point BinusMaya pertemuan ke-10 pada tanggal 6 Juni 2015

gambar 5. diunduh dari Power point BinusMaya pertemuan ke-10 pada tanggal 6 Juni 2015

gambar 6. diunduh dari Power point BinusMaya pertemuan ke-10pada tanggal 6 Juni 2015

gambar 7. diunduh dari Power point BinusMaya pertemuan ke-10 pada tanggal 6 Juni 2015

gambar 8. diunduh dari Power point BinusMaya pertemuan ke-10 pada tanggal 6 Juni 2015

tabel 1. diunduh dari Power point BinusMaya pertemuan ke-10 pada tanggal 6 Juni 2015

Jumat, 05 Juni 2015

Human Life Domains 2: Education, Health, Environment

gambar 1. ilustrasi pendidikan
http://www.e-t-e.org/images/header.gif

1. Education

1.1 Perspektif Sosiologi dalam Pendidikan

Pandangan Fungsionalist:
Fungsi Manifest meliputi transmisi pengetahuan dan penganugrahan status
Fungsi Latent meliputi
  • transmisi budaya, yaitu mengekspos orang muda kepada kpercayaan yang ada, norma, dan nilai-nilai budaya mereka
  • mempromosikan integrasi sosial dan politik, yaitu identitas umum dan integrasi sosial dipupuk oleh pendidikan berkontribusi pada stabilitas sosial dan konsensus
  • mempertahankan kontrol sosial, seperti Sekolah mengajar siswa ketepatan waktu, disiplin, penjadwalan, dan kebiasaan kerja yang bertanggung jawab, dan bagaimana untuk bernegosiasi melalui organisasi birokrasi
  • melayani sebagai agen perubahan, yaitu Sekolah berfungsi sebagai tempat pertemuan di mana orang dapat berbagi keyakinan khas dan tradisi.
Pandangan Konflik:
Pendidikan merupakan instrumen dominasi elit sekolah mensosialisasikan siswa yang ditentukan dengan nilai,
  • Kurikulum tersembunyi,yaitu standar perilaku yang dianggap tepat oleh masyarakat diajarkan halus di sekolah.
  • Credentialism, yaitu peningkatan tingkat terendah pendidikan yang dibutuhkan untuk memasuki lapangan
  • Penganugerahan Status: sekolah cenderung melestarikan kesenjangan kelas sosial di setiap generasi baru, sekolah dapat memperkuat perbedaan kelas dengan menempatkan siswa di jurusan.
Prinsip Korespondensi: sekolah mempromosikan nilai-nilai yang diharapkan dari individu di setiap kelas sosial dan mengabadikan pembagian kelas sosial dari satu generasi ke generasi berikutnya.
  • Perlakuan pada perempuan dalam pendidikan. Di US sistem pendidikan lama ditandai dengan perlakuan diskriminatif pada perempuan, yang kemudian pada abad ke-20, seksisme dalam pendidikan termasuk stereotip dalam buku teks, tekanan pada wanita untuk belajar mata pelajaran tradisional perempuan, dana yang tidak sama untuk program atletik laki-laki dan perempuan, bias kerja untuk administrator dan guru.
Pandangan Interaksionis:
Pelabelan dan self fulfilling prophecy menyarankan jika kita memperlakukan orang dengan cara tertentu, mereka dapat memenuhi harapan kita.

Teacher-Expectation Effect adalah dampak harapan guru dan peran besar mereka pada prestasi siswa.

Tabel 1. Perspektif Sosiologi dalam Pendidikan

2007 The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved


1.2 Sekolah sebagai Organisasi Formal

Birokratisasi Sekolah:
Weber mencatat lima karakteristik birokrasi:
  • Pembagian kerja
  • Hirarki kewenangan
  • Aturan tertulis dan undang-undang
  • Sifat umum
  • Pekerjaan berdasarkan kualifikasi teknis
Guru: Karyawan dan Instruktur:
  • Tugas-tugas akademik guru telah menjadi lebih khusus
  • Masih harus mengontrol tatanan sosial
  • 20% guru baru berhenti dalam waktu 3 tahun
  • Sedikit siswa memilih mengajar sebagai karir karena dianggap berpenghasilan rendah
Homescholing:
Lebih dari 1,6 juta anak-anak belajar di rumah:
  • Alternatif yang baik untuk anak-anak dengan ADHD dan LD
  • Tidak memiliki standar seragam yang universal dari negara ke negara
  • Penelitian menunjukkan anak-anak belajar di rumah skor lebih tinggi pada tes standar
  • Beberapa teori menyebutkan kurangnya keterlibatan sosial sebagai masalah dengan home schooling
No Child Left Behind Program

Issue:
  • Pada tahun 2001, No Child Left Behind (NCLB) disahkan oleh Kongres
  • Pada pertengahan tahun 2005, Utah mengancam untuk memilih kami
  • 37 negara-negara lain menuntut perubahan besar
Setting:
  • Sekolah dijalankan secara lokal dan keuangan dengan beberapa bantuan federal dan negara
  • 1990 menetapkan standar pendidikan nasional
  • Pada pertengahan tahun 2005, Utah mengancam untuk memilih kami
  • 37 negara-negara lain menuntut perubahan besar dimana Amerika bersikeras mereka membutuhkan dana federal yang lebih
Sociological Policy:
  • Validitas: sejauh mana skala atau mengukur benar-benar mencerminkan fenomena yang diteliti
  • Reabililitas: sejauh mana suatu ukuran memberikan hasil yang konsisten
  • Reliabilitas dan validitas tes merupakan isu utama dalam kontroversi NCLB
Policy Initiatives:
  • Reformis pendidikan belum menemukan solusi yang cocok untuk semua sekolah di semua negara
  • Banyak pendidik melihat NCLB sebagai harapan terbaik mereka
2. Health

"Keadaan fisik, mental, dan kesejahteraan sosial yang lengkap, dan bukan hanya tidak adanya penyakit dan kelemahan" (Leavell dan Clark 1965: 14)

Kesehatan dibangun secara sosial. Dan kita bisa melihatnya dalam konteks sosial.

gambar 2 . Angka Kematian Bayi di Negara Terpilih
Haub 2010.

2.1 Pendekatan Fungsionalis

"Menjadi sakit" harus dikontrol sehingga tidak terlalu banyak orang yang dibebaskan dari tanggung jawab sosial mereka.
  • Sick role: harapan masyarakat tentang sikap dan perilaku seseorang dipandang sedang sakit
  • Dokter berfungsi sebagai "Penjaga gerbang" untuk sick role.
2.2 Pendekatan Konflik

Medicalization of society: Peran obat yang tumbuh sebagai lembaga utama kontrol sosial.
  • Sangat memperluas domain keahlian
  • Masalah dilihat menggunakan model medis
  • Mempertahankan yurisdiksi daripada perawatan kesehatan
Ketidaksetaraan dalam Perawatan Kesehatan:
  • Kesenjangan mencolok ada di pelayanan kesehatan
  • Brain drain: Imigrasi ke Amerika Serikat dan negara industri lainnya dari pekerja terampil, profesional, dan teknisi.
  • Perbedaan dramatis dalam tingkat moralitas bayi: jumlah kematian bayi di bawah 1 tahun per 1.000 kelahiran hidup di setiap tahunnya
2.3 Pendekatan Interaksionis

Peran belajar dimainkan oleh perawatan kesehatan profesional dan pasien.
Menegaskan pasien bisa memainkan peran yang aktif dalam kesehatan yang positif atau negatif.

2.4 Pendekatan Labelling

Sebutan sehat dan sakit umumnya melibatkan definisi sosial.
Homoseksualitas dapat dilihat sebagai contoh labelling.
Dapat melihat berbagai pengalaman hidup sebagai penyakit atau tidak.

Tabel 2. Perspektif sosiologis tentang Kesehatan dan Penyakit


2.5 Epidemiologi Sosial dan Kesehatan

Epidemiologi sosial adalah pembelajaran mengenai distribusi penyakit, gangguan, dan status kesehatan umum di seluruh populasi.
Insiden adalah jumlah kasus gangguan spesifik baru yang terjadi di dalam populasi tertentu selama periode waktu yang dinyatakan, biasanya satu tahun.
Prevalensi adalah jumlah kasus gangguan tertentu yang ada pada waktu tertentu.
Tingkat Morbiditas adalah angka insiden penyakit  yang disajikan sebagai tingkat atau jumlah laporan per 100.000 orang.
Tingkat kematian adalah insiden kematian pada populasi tertentu.

2.6 Kelas Sosial

Orang-orang di kelas bawah memiliki tingkat kematian dan kecacatan yang lebih tinggi.
  • Tampak kumulatif
  • Kurang mampu membayar perawatan medis yang berkualitas
  • Hubungan antara kesehatan dan mobilitas ekonomi
2.7 Gender

Wanita mengalami prevalensi lebih tinggi dari banyak penyakit, tetapi cenderung hidup lebih lama. Mengapa demikian?
Karena wanita memiliki tingkat merokok yang rendah, tingkat minum-minuman keras yang rendah, tingkat melakukan pekerjaan berbahaya yang rendah dan wanita sering mencari berbagai pengobatan.

2.8 Umur

Kebanyakan orang tua di AS setidaknya memiliki satu penyakit kronis. Orang tua juga sangat rentan terhadap masalah kesehatan mental tertentu. Oleh karena itu, orangtua lebih banyak menggunakan layanan kesehatan dibandingkan dengan orang-orang yang masih muda.

2.9 Alternatif untuk layanan kesehatan tradisional

Setidaknya satu dari tiga orang dewasa di AS berusaha untuk mempertahankan kesehatan yang baik atau menanggapi penyakit melalui teknik perawatan kesehatan alternatif.
Pengobatan holistik adalah terapi di mana praktisi kesehatan mempertimbangkan karakteristik fisik, mental, emosional, dan spiritual seseorang.

gambar 3. Penggunaan Pelengkap dan Pengobatan Alternatif
Data from 2007 survey, except for prayer data from 2002 survey.
Source: Barnes et al. 2004, 2008.

3. Environment

gambar 4. ilustrasi lingkungan
http://www.euintheus.org/wp-content/uploads/2013/01/environment-1-612x336.jpg
3.1 Perspektif Sosiologis pada Lingkungan

Orang-orang yang tinggal di lingkungan, memiliki efek yang nyata pada kesehatan mereka.
Peningkatan populasi, bersama-sama dengan pembangunan ekonomi memiliki konsekuensi yang serius pada lingkungan.

3.2 Ekologi Manusia

Ekologi manusia adalah hubungan timbal balik antara manusia dan pengaturan tata ruang dan lingkungan fisik.
  • Menekankan trade-off yang melekat dalam setiap keputusan yang mengubah lingkungan
  • Kebijakan pemerintah dan lingkungan harus menentukan bagaimana untuk memenuhi kebutuhan mendesak manusia sambil menjaga lingkungan.
3.3 Pandangan Konflik dalam Lingkungan

Sumber dari negara-negara berkembang didistribusikan ke negara-negara inti industri.
Modernisasi ekologi: Penyelarasan praktek menguntungkan lingkungan dengan kepentingan ekonomi melalui adaptasi konstan dan restrukturisasi.
Keadilan lingkungan: klaim hukum dimana ras minoritas yang tidak proporsional terkena bahaya lingkungan.

3.4 Masalah Lingkungan

Ada tiga bidang masalah lingkungan yang harus diperhatikan, yaitu:
  • Polusi udara
  • Polusi air
  • Global Warming
3.5 Pengaruh dari Globalisasi

Globalisasi bisa berdampak baik dan bisa berdampak buruk bagi lingkungan. 
  • Industrialisasi meningkatkan polusi
  • Perusahaan multinasional memiliki insentif untuk hati-hati mempertimbangkan biaya sumber daya alam
  • Pengungsi lingkungan adalah salah satu refleksi dari interaksi antara globalisasi dan lingkungan.
gambar 5. Kenaikan Emisi Karbon Dioksida
Source: Mufson 2007:6.

Sumber:

Disarikan dari BinusMaya Pertemuan ke-9 (13,15 May 2015) Human Life Domains 2: Education, Health, Environment. Copyright 2002. The McGraw Hill Companies, Inc. All Right Reserved.

gambar 1. diunduh dari http://www.e-t-e.org/images/header.gif pada tanggal 5 Juni 2015

gambar 2. diunduh dari Power point BinusMaya pertemuan ke-9 pada tanggal 5 Juni 2015

gambar 3. diunduh dari Power point BinusMaya pertemuan ke-9 pada tanggal 5 Juni 2015

gambar 4. diunduh dari http://www.euintheus.org/wp-content/uploads/2013/01/environment-1-612x336.jpg pada tanggal 5 Juni 2015

gambar 5. diunduh dari Power point BinusMaya pertemuan ke-9 pada tanggal 5 Juni 2015

Kamis, 04 Juni 2015

Human Life Domains 1: Economy, Work, Politics, and The Modern World System

1. The Economy and Work

gamabar 1. ilustrasi ekonomi dan kerja
http://www.montrealgazette.com/cms/binary/9674569.jpg
  • Fair Trade: Konsumen secara sukarela membayar harga di atas pasar untuk makanan tertentu sehingga pekerja mendapat upah yang lebih tinggi.
  • Cultural relativism: melihat pekerja asing dan pemilik pabrik dari perspektif budaya mereka sendiri.

1.1 Economic System  adalah lembaga sosial dimana barang dan jasa yang diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi.

Industrial Society adalah masyarakat yang tergantung pada mekanisasi untuk memproduksi barang dan jasa.
Dimana di dalam Industrial society terdapat 2 sistem:

Capitalism: dimana sebagian besar produksi dilakukan sebagian besar oleh swasta.
  • Alasan utamanya adalah untuk memperoleh keuntungan
  • Laissez-faire: bisnis bersaing dengan intervensi pemerintah yang minimal
  • Monopoli: terdapat satu perusahaan yang menguasai pasar
Socialism: Sarana produksi dan distribusi dimiliki secara kolektif dan bukan milik pribadi.

Communism/komunisme adalah sistem ekonomi di mana semua properti komunal dimiliki dan tidak ada perbedaan sosial yang dibuat atas dasar kemampuan orang untuk menghasilkan.

Tabel 1. Karakteristik Sistem Ekonomi
2012 The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved


1.2 The Informal Economy adalah transfer uang, barang, atau jasa yang tidak dilaporkan pada pemerintah.

Di negara-negara berkembang perekonomian informal atau the informal economy yang mewakili bagian dari total kegiatan ekonomi yang signifikan.

1.3 Work and Alienation

Marx percaya kemajuan industri dalam masyarakat kapitalis membuat pekerja memiliki hubungan yang bermakna dengan pekerjaan mereka.

Alienation: kondisi kerenggangan atau disassociation dari masyarakat sekitar
  • Marx mengatakan pekerja memerlukan kontrol yang lebih besar pada kerja dan produk  mereka
  • Pada tahun 1980, burnout semakin digunakan untuk mendeskripsikan pengalaman stress oleh pekerja, termasuk profesional-profesional.
1.4 Worker Satisfaction
Orang-orang yang memiliki tanggungjawab yang lebih besar dalam memproduksi produk, memiliki kepuasan yang lebih.

Faktor-faktor  yang mempengaruhi kepuasan:
  • pendapatan yang tinggi
  • hari kerja yang lebih sedikit
  • memiliki hubungan yang positif dengan teman kerja
1.5 Deindustrialization adalah sistematis, penarikan investasi yang luas dalam aspek produktivitas.
Yang dapat menyebabkan 
  • Dapat mengambil bentuk restrukturisasi perusahaan,
  • downsizing yaitu pengurangan tenaga kerja perusahaan sebagai bagian dari deindustrialisasi
  • Biaya sosial tidak bisa terlalu ditekan
2. Politics and Government

Politik menurut Lasswell adalah siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana.

2.1 Power and Authority

Power atau kekuatan adalah kemampuan untuk melaksanakan kehendak seseorang atas orang lain. Sumber kekuasaan dalam sistem politik mencakup:
  • Force atau paksaan yaitu memaksaan kehendak atau mengancam orang yang tidak setuju dengannya.
  • Influence atau pengaruh yaitu  pelaksanaan kekuasaan melalui proses persuasi.
Tipe-tipe authority: 
  • Authority: lembaga institusi yang memiliki kekuasaan dan dikenal oleh orang-orang lebih ke yang dilakukan.
  • Traditional Authority: kekuasaan yang sah yang diberikan oleh adat dan praktek yang diterima.
  • Legal-Rational Authority: kekuasaan dibuat sah oleh hukum
  • Charismatic Authority: kekuasaan dibuat sah oleh daya tarik pribadi atau emosional pemimpin yang luar biasa bagi pengikutnya.
gambar 2. ilustrasi politics
https://literatepen.files.wordpress.com/2012/02/politics.jpg

3. The Modern World System

Sistem dunia merupakan hasil dari meningkatnya saling ketergantungan budaya dan ekosistem yang dulunya relatif terisolasi oleh jarak dan batas-batas.
Signifikansi khusus untuk pengembangan sistem dunia adalah Age of Discovery Eropa, dimana pengaruh lingkup Eropa mulai diekspor jauh melampaui batas-batas fisik dengan cara penaklukan dan perdagangan.

3.1 Capitalist World economy 
  • Jika didefinisikan, atribut kapitalisme adalah orientasi ekonomi ke pasar dunia untuk keuntungan.
  • Sistem perkebunan kolonial menyebabkan produksi tanaman tunggal di daerah yang pernah memiliki basis subsisten beragam (dimulai pada abad ketujuh belas).
  • Produksi komoditas kolonial berorientasi pasar Eropa.
3.2 World System Theory

Wallerstein berpendapat bahwa perdagangan internasional telah menyebabkan terciptanya ekonomi dunia kapitalis di mana sistem sosial berdasarkan perbedaan kekayaan dan kekuasaan melampaui individu negara.

Sistem dunia diatur sesuai dengan pengaruh: inti/core (paling dominan), semiperiphery/semi-pinggiran, ke periphery/pinggiran (paling sedikit dominan).
  • Core terdiri dari negara-negara terkuat dan paling kuat di mana berteknologi maju, produk padat modal diproduksi dan diekspor ke semiperiphery dan periphery.
  • Semiperiphery terdiri dari negara-negara industri dunia ketiga yang tidak memiliki kekuatan dan didominasi ekonomi negara-negara core (Brazil adalah negara semiperiphery).
  • Periphery  terdiri dari negara-negara yang kegiatan ekonomi kurang mekanik dan terutama berkaitan dengan mengekspor bahan baku dan barang pertanian ke core dan semiperiphery.
3.3 Open and Close Class System

Ketidaksetaraan yang diformalkan telah mengambil banyak bentuk, seperti kasta, perbudakan, dan sistem kelas.
  • Sistem kasta ditutup, sistem turun-temurun dari stratifikasi yang sering ditentukan oleh agama, contohnya sistem kasta agama Hindu di India.
  • Apartheid Afrika Selatan yang hampir sama dengan  sistem kasta, dalam hal ini adalah askriptif dan ditutup melalui hukum.
  • Negara sanksi perbudakan, dimana manusia diperlakukan sebagai properti, adalah bentuk paling ekstrim dari ketidaksetaraan yang dilegalisir.
Vertical Mobility
Mobilitas vertikal mengacu pada perubahan atas atau ke bawah dalam status seseorang. Mobilitas Vertikal ini hanya berada pada sistem yang terbuka dan hanya sering di temukan di negara modern dibandingkan negara kuno.

3.4 The World System Today

Teori sistem dunia berpendapat bahwa kini keterkaitan dunia telah menghasilkan budaya global, dimana kecenderungan saling melengkapi dan spesialisasi sedang diwujudkan di tingkat internasional.
Sistem dunia modern adalah produk dari imperialisme dan kolonialisme Eropa:
  • Imperialisme mengacu pada kebijakan memperluas kekuasaan bangsa atau kerajaan atas bangsa-bangsa asing dengan mengambil dan menahan koloni asing.
  • Kolonialisme mengacu pada dominasi politik, sosial, ekonomi, dan budaya dari wilayah dan rakyatnya oleh kekuatan asing untuk jangka waktu.
Penyebaran industrialisasi dan berlebihan telah terjadi dari negara core/inti ke negara perypheri/ pinggiran.

gambar 3. the world system today
:Reprinted by permission of Westview Press from An Introduction to the World-System Perspective by Thomas Richard Shannon.  Copyright Westview Press 1996, Boulder, Colorado.

Sumber: 

Disarikan dari BinusMaya Pertemuan ke-8 (07-08 May 2015) Human Life Domains 1: Economy, Work, Politics, and The Modern World System. Copyright 2002. The McGraw Hill Companies, Inc. All Right Reserved.

gambar 1.diunduh dari http://www.montrealgazette.com/cms/binary/9674569.jpg pada tanggal 3 Juni 2015 

gambar 2.diunduh dari https://literatepen.files.wordpress.com/2012/02/politics.jpg pada tanggal 3 Juni 2015

gambar 3. diunduh dari Power point BinusMaya pertemuan ke-8 pada tanggal 3 Juni 2015

tabel 1. diunduh dari Power point BinusMaya pertemuan ke-8 pada tanggal 3 Juni 2015


Sabtu, 25 April 2015

Human Socialities: Socialization, Social Interaction, and Social Mobility

gambar 1. ilustrasi human socialities


1. Socialization

1.1 Pengertian Sosialisasi

Socialization/Sosialisasi adalah proses belajar mengajar mengenai pola-pola tindakan interaksi dalam masyarakat sesuai dengan peran dan status sosial yang dijalankan masing-masing. Dengan proses itu, individu akan mengetahui dan menjalankan hak dan kewajibannya berdasarkan peran status masing-masing dan kebudayaan suatu masyarakat.

Melalui proses belajar semacam ini, seseorang juga mempelajari kebiasaan-kebiasaan, norma-norma, perilaku, peran, dan semua aturan yang berlaku di masyarakat. Proses mempelajari unsur-unsur budaya suatu masyarakat inilah yang disebut dengan sosialisasi.

1.2 Pengertian Menurut Ahli

Menurut Robert M.Z. Lawang, Sosialisasi adalah proses mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.

Menurut Jack Levin dan James L. Spates, Sosialisasi adalah proses di mana kebudayaan diteruskan dan diinternalisasikan oleh kepribadian individu.

Menurut Charlotte Buhler, Sosialisasi adalah sebuah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.

Menurut Sukandar Wiraatmaja, M.A., Sosialisasi adalah suatu proses yang dimulai sejak seseorang itu dilahirkan untuk dapat mengetahui dan memperoleh sikap, pengertian, gagasan, dan pola tingkah laku yang disetujui oleh masyarakat.

1.3 Peran Sosialisasi

1.3.1 Lingkungan Sosial

Lingkungan sosial adalah dampak dari isolasi. Interaksi hereditas dan pembangunan manusia merupakan bentuk lingkungan. 

1.3.2 Pengaruh Keturunan

Penelitian mengenai kecerdasan anak kembar menunjukkan  skor yang sama ketika anak kembar dibesarkan terpisah dalam pengaturan sosial yang serupa dan skor sangat berbeda ketika anak kembar dibesarkan terpisah dalam pengaturan sosial yang dramatis berrbeda.

1.4 Sosialisasi dan diri

Diri adalah identitas berbeda yang dimiliki seseorang dan membedakannya dari orang lain.

Cooley: Looking Glass Self, mengatakan bahwa 
  • kita belajar siapa diri kita adalah dengan berinteraksi dengan orang lain
  • pandangan kita mengenai diri kita sendiri berasal dari kualitas pribadi kita dan impresi kita bagaimana orang lain memandang kita
  • diri adalah produk dari interaksi sosial kita dengan orang lain
1.4.1 Pendekatan diri Sosiolagi: 

Mead: Tahapan diri
  • Play stage (tahap bermain), dimana anak-anak mengembangkan keterampilan dalam berkomunikasi melalui simbol-simbol dan pengambilan peran terjadi
  • Game stage, dimana anak-anak sekitar 8 atau 9 tahun mempertimbangkan beberapa tugas yang sebenarnya dan hubungan secara terus-menerus.
  • Prepatory stage, dimana anak-anak mengimitasi/meniru orang-orang di sekitar mereka.
  • Simbol: gerakan, benda, dan bahasa yang membentuk dasar komunikasi manusia
  • Role taking (mengambil peran) : proses mental dimana kita mengasumsikan perspektif orang lain
  • Generalized other: sikap, sudut pandang, dan harapan masyarakat secara keseluruhan dimana anak memperhitungkan.
  • Significant others: perkembangan diri individu yang paling penting
Goffman: Presentasi diri

Impression Management: individu belajar untuk condong pada presentasi diri untuk membuat penampilan khas dan memuaskan penonton tertentu.

Face-work: perlu untuk mempertahankan citra diri yang tepat untuk melanjutkan interaksi sosial.

1.4.2 Pendekatan diri Psikologi

Menurut Freud, diri adalah produk sosial, bagaimanapun, naluri alami impulsif dalam konflik konstan dengan kendala sosial. Kepribadian dipengaruhi oleh orang lain (terutama orang tua seseorang).

Piaget menekankan

  • tahapan manusia maju melalui sebagai perkembangan diri.
  • Teori kognitif pembangunan mengidentifikasi 4 tahap dalam perkembangan proses berpikir anak-anak.
  • Interaksi sosial merupakan kunci untuk berkembang
1.5 Agen Sosialisasi
  • Keluarga 
  • Sekolah
  • Teman sebaya
  • Media massa dan teknologi
  • Tempat kerja
  • Agama dan Negara
2. Social Interaction/Interaksi Sosial

gambar 2. ilustrasi interaksi sosial


2.1 Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi ada aksi ada reaksi, pelakunya lebih dari satu, misalnya individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok. Contohnya guru/dosen mengajar merupakan contoh interaksi sosial antara individu dengan kelompok. 

2.2 Elemen Struktur Sosial

2.2.1 Status
Mengacu pada salah satu posisi yang didefinisikan secara sosial dalam kelompok besar atau masyarakat. Seseorang memegang lebih dari satu status secara bersamaan.

Ascribed and Achieved Status
  • Ascribed status adalah status yang diperoleh seseorang sejak dia lahir
  • Achieved status adalah status yang diperoleh seseorang melalui perjuangan
Master Status
Status yang mendominasi orang lain dan menentukan posisi umum seseorang dalam masyarakat.

2.2.2 Social Roles
Satu set harapan bagi orang-orang yang menempati status yang diberikan dan merupakan komponen penting dari struktur sosial.

Role Conflict terjadi ketika harapan yang tidak sesuai muncul dari dua atau lebih posisi sosial yang dipegang oleh orang yang sama.

Role Strain adalah kesulitan yang muncul ketika posisi sosial yang sama membebankan tuntutan yang saling bertentangan dengan harapan.

Role Exit adalah proses pelepasan dari peran lama dan membangun peran baru.

Gambar 3 .Status Sosial


2.3 Kelompok

Sejumlah orang dengan norma-norma yang sama, nilai-nilai, dan harapan yang berinteraksi satu sama lain secara teratur. Setiap masyarakat terdiri dari banyak kelompok di mana interaksi sosial sehari-hari berlangsung.

2.4 Social Networks dan Teknologi

Social Networks/jaringan sosial adalah serangkaian hubungan sosial yang menghubungkan orang langsung ke orang lain, dan secara tidak langsung menghubungkan seseorang dengan masih banyak orang lagi.

Networking/jaringan: keterlibatan dalam jaringan sosial; keterampilan berharga ketika berburu pekerjaan.

Kita sekarang dapat mempertahankan jaringan sosial menggunakan alat elektronik dengan kemajuan teknologi.

2.5 Social Institution/Institusi Sosial

Pola terorganisir dari keyakinan dan perilaku yang berpusat pada kebutuhan sosial dasar.

3. Social Mobility/Mobilitas Sosial

3.1 Pengertian Mobilitas Sosial


Mobilitas sosial adalah gerakan individu atau kelompok dari satu posisi dalam sistem stratifikasi masyarakat ke posisi yang lain.

3.2 Sistem Stratifikasi sosial

  • Sistem terbuka: posisi setiap individu dipengaruhi oleh posisi yang dicapai seseorang
  • Sistem tertutup: memungkinkan sedikit atau tidak ada kemungkinan bergerak naik
3.3 Tipe-tipe Mobilitas Sosial
  • Mobilitas horizontal: bergerak/berpindah tetapi pada prestise yang sama.
  • Mobilitas vertikal: perpindahan dari satu posisi ke posisi lain dari peringkat yang berbeda.
  • Mobilitas Intragenerational: perubahan posisi sosial dalam kehidupan dewasa seseorang
gambar 4. ilustrasi mobilitas sosial


Sumber:

disarikan dari materi Binus Maya tentang Human Socialities: Socialization, Social Interaction, and Social Mobility Pertemuan ke-7 pada tanggal 24 April 2015

diunduh dari http://www.zonasiswa.com/2014/07/pengertian-sosialisasi.html pada tanggal 24 April 2015 pukul 21.20 WIB

diunduh dari http://www.academia.edu/6731252/Makalah_Interaksi_Sosial pada tanggal 24 April 2015 pukul 22.53 WIB

gambar 1. diunduh dari http://www.clare.cam.ac.uk/data/uploads/admissions/undergraduate/subjects/social1.gif pada tanggal 25 April 2015 pukul 3.34 WIB

gambar 2. diunduh dari http://www.zainalhakim.web.id/uploads/image/proses-interaksi-sosial.jpg pada tanggal 25 April 2015 pukul 3.38 WIB

gambar 3. diunduh dari Binus Maya tentang Human Socialities: Socialization, Social Interaction, and Social Mobility Pertemuan ke-7 pada tanggal 25 April 2015

gambar 4. diunduh dari http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/wp-content/uploads/sites/97/2014/04/social-mobility.jpg pada tanggal 25 April 2015 pukul 3.40 WIB